19 Juli 2024

Sistem Perencanaan, Penganggaran, Pemantauan, Evaluasi, dan Analisis Kemiskinan Terpadu (SEPAKAT) merupakan salah satu inovasi yang dikembangkan oleh Pemerintah Pusat (Bappenas) untuk digunakan baik di tingkat pusat, daerah, maupun stakeholders lainnya untuk percepatan penurunan kemiskinan.

SEPAKAT adalah aplikasi berbasis web untuk membantu proses perencanaan, penganggaran, monitoring dan evaluasi dalam rangka pengurangan kemiskinan secara cepat dan akurat. SEPAKAT menggunakan pendekatan berbasis bukti (evidence based approach) untuk proses perumusan kebijakan penanggulangan kemiskinan di daerah.

Dalam rangka pemenuhan aksi perubahan pelaksanaan Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA), Bambang Hariono, SE.,MM (Kepala Bidang Infrastruktur dan Lingkungan Hidup Bappeda Kab.Inhil) mengangkat isu strategis permasalahan kemiskinan dalam hal Peningkatan Kualitas Dokumen Perencanaan dan Penganggaran Penanggulangan Kemiskinan Berbasis Data Melalui Implementasi Sistem Perencanaan, Penganggaran, Analisis, Pemantauan dan Evaluasi Kemiskinan Terpadu (SEPAKAT) Di Kabupaten Indragiri Hilir.

Bertempat di Aula Bappeda Kab.Inhil, Rabu (26/07/2023) telah dilaksanakan Sosialisasi SEPAKAT bersama Direktorat Penanggulangan Kemiskinan dan Pemberdayaan Masyarakat (PKPM) Kementerian PPN/Bappenas dan Perencana OPD di Lingkup Pemkab Inhil, Kabid ILH menuturkan bahwa Kemiskinan merupakan isu prioritas yang harus ditangani oleh semua sektor, dan harus bersinergi dengan seluruh OPD yang berkaitan.


Dibutuhkan komitmen dan penggunaan teknologi informasi sebagai alat menyusun strategi dan kebijakan bersama dan untuk mengevaluasi pelaksanaan program-program penanggulangan kemiskinan yang lebih tepat sasaran, tepat guna, efektif dan efisien,” terang Bambang Hariono yang pernah menjabat sebagai Kabid Perekonomian dan Sumberdaya Alam (PSDA) Bappeda Kabupaten Indragiri Hilir.


Menurut data dari BPS Provinsi Riau Tahun 2023 Terlihat bahwa capaian angka kemiskinan di Indragiri Hilir (5,98%) berada di bawah angka Provinsi Riau (6,78%), bahkan angka Nasional yang mencapai 9,54 persen.


Bertindak sebagai narasumber pada sosialisasi ini adalah Bapak Widaryatmo (Perencana Ahli Madya) selaku koordinator data dan analisis kemiskinan dari Kementerian PPN/Bappenas, beliau menyampaikan bahwa “ Aplikasi SEPAKAT hadir untuk membantu proses perencanaan, penganggaran, monitoring, dan evaluasi dalam rangka penanggulangan kemiskinan secara tepat dan akurat.


Bersama ibu Zara Hadijah dari Direktorat Penanggulangan Kemiskinan dan Pemberdayaan Masyarakat (PKPM) Kementerian PPN/Bappenas yang bertindak untuk melakukan Demo Aplikasi SEPAKAT kepada peserta sosialisai kali ini. Beliau menjelaskan setiap menu dan fitur – fitur yang dapat digunakan untuk proses perencanaan dan penganggaran pada suatu program, diharapkan dapat membantu dan memudahkan para pejabat OPD dalam menganalisis, melakukan perencanaan, penganggaran , memonitor dan mengevaluasi permasalahan kemiskinan.


Lebih lanjut Bambang Hariono mengatakan bahwa”kita optimis akan laksanakan pelatihan SEPAKAT Semoga Aplikasi SEPAKAT ini dapat membantu mempermudah kita dalam melakukan analisa kemiskinan, dan juga bisa di manfaatkan untuk menjawab beberapa persoalan perencanaan pembangunan daerah lainnya di lingkungan Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir,” tutupnya. (MCB/sela)

link aplikasi sepakat : https://sepakat.bappenas.go.id/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *